CURRICULUM VITAE

  • Biodata Umum

Nama Lengkap            : Waldemar Bastian Sembiring

NRP                            : I14070115

TTL                              : Bogor, 20 maret 2010

Departemen                : Ilmu Gizi

Fakultas                      : Ekologi Manusia

Alamat Asal                 : Jln. Darmais no 7 RT/RW: 03/01, Ciluar, Kab. Bogor

Alamat Bogor              :  Wisma Nur Fikri, Babakan Raya III, Kampus Dalam, Dramaga, Kab.   Bogor

Email                           : wall_bastian@yahoo.co.id

Nomor Telepon           : 085782286132

Zat Karsinogen Disekitar Kita
Karsinogen adalah zat yang menyebabkan penyakit kanker.
Zat-zat karsinogen menyebabkan kanker dengan mengubah
asam deoksiribonukleat (DNA) dalam sel-sel tubuh,dan
hal ini mengganggu proses-proses biologis.
Karsinogenik adalah sifat mengendap dan merusak terutama
pada organ paru-paru karena zat-zat yang terdapat pada
rokok. Sehingga paru-paru menjadi berlubang dan
menyebabkan kanker.
Diantara zat – zat karsinogenik diantaranya ;
1. BEKAS BOTOL AQUA
Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai
ulang botol plastik (Aqua, VIT, etc) dan menaruhnya di mobil atau di
kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol
(disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai
di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman
untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama,
tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh
dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik
rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih
baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan
memakai botol plastik.
2. PENGGEMAR SATE
Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena
ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil
pembakaran
arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya
obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan
sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi
timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun
setelah makan sate.
3. UDANG DAN VITAMIN C
Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan
menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses
reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat
keracunan yang fatal dalam hitungan jam.
4. MI INSTAN
Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu
paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika
Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata
terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi
instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie
instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti
kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya
waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi
instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker.
Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin
dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita
memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan
lilin tersebut.
5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN
Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita
konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar
bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai “pelindung” makanan.
Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan.
Sebaiknya
mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada
makanan
mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan,
kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak
bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu
kemasan
yang bersentuhan langsung dengan makanan.
Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya.
Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda
waspadai.
A. Kertas.
Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah)
yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung
timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam
tubuh manusia, timbal masuk melalui saluran pernapasan atau
pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke
berbagai jaringan lain, seperti: ginjal, hati, otak, saraf dan tulang.
Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu
pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan) . Keracunan yang
terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan
yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang.
Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe
goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari
si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah
berpindahnya timbale makanan tsb.
Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas
piring.
B. Styrofoam
Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu
pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini
membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam
yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan
karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat
dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu
mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang,
mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah,
lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan
Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan
sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter
(EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya
gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat
bahan kimia karsinogen dalam makanan.
Naah, ini nih bahan-bahan makanan yang merupakan antikarsinogen:
1. Dari chem-is-try.org: “Serat diperkirakan melindungi terhadap kanker usus.
Food additive BHT melindungi terhadap kanker lambung. Pigmen alam b-karoten
kemungkinan mempunyai keaktifan anti-karsinogen.Hal yang paling menarik
adalah nilai perlindungan diet tinggi dalam sayuran (kubis, brokoli).
Jenis diet ini menunjukkan bekurangnya pengaruh kanker baik pada kajian
hewan maupun manusia. Kepastian senyawa kimia dalam sayuran ini yang
bertindak sebagai antikarsinogen tidak diketahui. Walaupun demikian dengan
makan diet seimbang termasuk buah dan sayuran segar, akan menyeimbangkan
karsinogen dan anti karsinogen.”
2. Buah Tin yang disebut-sebut dalam Al-Qur’an, Injil, dan Taurat.
Bahkan dalam Al-Qur’an, nama buah ini menjadi satu surat tersendiri.
3. Makanan berserat tinggi, semisal oat, serealia, sayuran, dan kacang-2an.
4. Makanan sumber anti oksidan, berupa klorofil pada sayuran, karotenoid
pada buah yang berwarna merah, flavonoid dan polifenol pada golongan teh,
isoflavon pada kedelai dan sebagainya.
5. Dan masih banyak lagi yang lain, silakan kalau ada yang ingin menambahkan.

Pangan Sumber Antioksidan

KOMPAS.com – Saat para ilmuwan pertama kali menemukan kekuatan zat antioksidan dalam menghancurkan radikal bebas si perusak sel, banyak orang menggantungkan harapan pada si zat ajaib ini.

Sebelumnya pengetahuan kita tentang sumber antioksidan hanya terbatas pada sayuran dan buah-buahan berwarna. Namun kini para ahli berhasil menemukan sumber-sumber antioksidan lain yang tak terduga. “Jumlah, sumber dan variasi dari zat ajaib ini kini terus dicari,” kata Christine Gerbstadt, MD dari American Dietetic Association.

Kabar baiknya adalah makin bervariasi sumber antioksidan yang Anda asup, makin besar keuntungan yang bisa dipetik. “Jangan cuma makan bluebery setiap hari dan sudah merasa kita sehat. Makin banyak variasi bahan pangan, makin luas spektrum keuntungannya,” kata Joe Vinson, PhD, analisis kimia dari University of Scranton.

Apa saja sumber-sumber antioksidan lainnya?

1. Biji serelia utuh
Para peneliti dari University of Scranton menemukan bahwa makanan olahan dari whole grain (biji serelia utuh) mengantung antioksidan tiga kali lebih tinggi dibanding sumber karbodhirat yang sudah digiling. Riset juga menunjukkan whole grain dapat membantu mengontrol tekanan darah selama 10 jam sejak dikonsumsi.

2. Popcorn
Popcorn mengandung polyphenol, senyawa pelawan kanker, empat kali lebih tinggi dibanding jumlah yang bisa kita temui dalam sayuran. Demikian menurut Vinson yang telah menguji kadar antioksidan berbagai jenis makanan whole grain.

3. Telur
Dibanding bayam, kandungan lutein (zat pelindung mata dari katarak) dalam telur memang lebih sedikit. Namun para ahli dari Jean Mayer USDA Human Nutrition Center on Aging at Tufts University menemukan bahwa lutein dari kuning telur lebih mudah dicerna tubuh dibanding lutein dari bayam. Hal ini diyakini karena kuning telur membantu tubuh kita memproses antioksidan dengan lebih baik.

4. Yogurt
Anda pecinta yogurt? Kabar baik, karena secangkir plain yogurt rendah lemak mengandung 25 persen kecukupan harian akan riboflavin atau setara dengan secangkir sayur bayam. Meski bukan antikosidan, namun riboflavin (Vit B) sangat penting untuk mendukung kerja antioksidan. Tanpa riboflavin, antioksidan tidak bisa menghancurkan radikal bebas.

5. Minyak kanola
Menurut peneliti dari Oregon State University, minyak kanola kaya akan alphatocopherol antioksidan. Alphatocopherol adalah satu dari delapan jenis antioksidan dalam vitamin E.

6. Susu organik
Segelas susu yang dihasilkan dari sapi yang diternakkan secara organik (dibiarkan makan dari rumput di tanah) mengandung antioksidan, vitamin E dan beta karotein serta lutein yang lebih banyak.

Search
Archives